Selasa, 21 Mei 2013


KADER AL KHIDMAH KAMPUS DI IFY CHAMP 2013
Al khidmah kampus adalah Suatu Perkumpulan Majelis Dzikir, Majelis Khotmil quran ,Majelis Membaca Sholawat Nabi, serta mendoakan Orang Tua, Mendoakan Pendiri Kampus dll, kini Kader Terbaik Al Khidmah Kampus jogjakarta turut serta berpartisipasi dalam acara Indonesia Fellowship Youth Champ 2013 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur ,acara tersebut diadakan oleh Pengurus Pusat Hipprada dengan melalui seleksi yang begitu ketat dengan landasan dan tujuan :menjadikan pemuda sebagai inspirasi dalam kebaikan,menyelenggarakan perkemahan sebagai wahana pemuda untuk bisa bertukar fikiran dalam permasalahan indonesia ,menghimpun pemuda dalam sebuah organisasi kepemudaan yang bernama Indonesia Fellowship Youth Club
Acara IFY Champ ini berlangsung pada tgl 12 februari sampai 16 februari 2013,dalam acara ini di usung dengan sebuah tema yang begitu fenomenal yaitu “Good deed Everyday “artinya berbuat kebaikan setiap hari,acara ini di ikuti oleh 87 mahasiswa dari berbagai daerah di indonesia ,Kami berangkat dari jogjakarta pada tgl 11 sore tepat pukul 16.50 wib terdiri dari 4 delegasi kampus masing masing : 1.Umar Faruq ( delegasi Al Khidmah Kampus & Kab Blitar) 2 Fauzan Akhrom ( delegasi Palembang Sumsel & UIN SUKA  )3. Retno Dian Saputra( Delegasi Yogyakarta & UIN SUKA) 4.Ahmad Musadad Husain ( Delegasi dari Yogyakarta& UII ),ada kejadian unik sebelum kami berangkat ke jakarta di saat mau berangkat kami panik semua karena tiket masih di bawa salah satu teman kami tadi dan kami semua tegang bingung karena 5 menit kereta akan berangkat ,di dalam kereta kami ngobrol –dengan berbagai pengalaman masing – masing ,dan setelah melewati perjalanan begitu panjang akhirnya sampai di stasiun kereta api pasar senen jakarta pusat,kami semua sholat shubuh dan di jemput oleh tim panitia pada pukul 8. 00 wib setelah di jemput kemudian kami menuju kwarnas di jalan merdeka timur tepatnya selatan st ak gambir di sana kami sudah di tunggu teman teman : Rita Fatimah ( sulawesi Selatan) ,Gusti ( dari aceh ) Ekha Rifki Fauzi ( Dari Semarang),setelah itu kami langsung menuju tempat acara di bumi perkemahan cibubur jakarta timur.
Hari pertama siang kami semua registrasi ulang untuk pengambilan data dan foto dokumen ,setelah registrasi tepat jam 3 sore acara di mualai dan di pandu oleh Kak Indah Riadiani ,dengan pemateri kak Dedi Wibowo dalam acara itu kami semua saling kenal satu sama lain seperti : Dini Fuadilah Sofyan dan Aprilia Ulfa Dari UNSRI Palembang,Aya Dari Jakarta ,Ihrom Dari ITS Surabaya,Hasbul Dati Uin Jakarta ,Joko Dari Universitas Brawijaya Malang, dan masih banyak lagi dan juga dengan outbont yang menarik,dan juga ada diskusi serta penampilan yel yel kelompok masing masing ,acara secara resmi di buka pada malam hari oleh Ketua Hipprada dengan di pukulnya gong dan di sematkannya tanda resmi acara oleh ketua kepada peserta acara,acara tersebut di suguhi tarian daerah sumatra dan lagu daerah yang di bawakan oleh mahasiswa Universitas Paramadina Jakarta,
Hari kedua kami disi oleh pemateri dengan tema “Nasionalisme  dan Anti Korupsi dalam acara tersebut pemateri dari Perwakilan KPK, Mantan Menpora RI tahun 2004 – 2009 Perwakilan dari ICW ,dalam acara tersebut yang menarik adalah salah satu kata dari pak Adyaksa Dault yaitu: Jadilah orang baik dalam apapun dan kapanpun kalian berada ,dam malamnya kami isi oleh pemateri dan juga ketua umum Hipprada Sekaligus Ketua Posdaya yaitu: Bpk Prof DR.H Haryono Suyono .
Hari ke 3 kami disi oleh pemateri dari Dosen UI Bpk Imam B Prasodjo dan Ahmad Darsono ,hari ke 4  pemateri dari bp Racmat Santika dengan Tema Peran Pemuda dalam percapaian percepatan MDGs dan siang nya kami di isi oleh Mantan Menpora  RI Bpk Adyaksa Dault ,hari kelima dari ISAFIS dan kawan kawan dengan materi menggunakan bahasa inggris  ,sorenya di isi oleh Seorang Prensenter RCTI yaitu : Gustav Aulia  dengan tema “ Teknik jadi pengkritik” hari ke 5 disi oleh pemateri dari ICF yang di pandu oleh Pandu oleh ka Biru Titis Anjani acara tersebut disi oleh cara shering 2 shering yang begitu terbuka dan berkelompok  stelah itu kami persiapan buat malam kebudayaan pada malam hari saya sendiri satu kelompok dengan : Ahmad Musaddad Husain(Yogyakarta) Rizka Amalia Shofa(Kudus) Mei (Sulawesi Tenggara) Reza ( Padang ) Nurul ( kalimantan tengah ) dan malam harinya kami semua dan kelompok lain menampilkan budaya daerah masing-yang begitu bagus dan bangga apa yang yang di bawakannnya setelah itu penganugrahan Duta IFY champ 2013.
Hari ke 6 kami di isi oleh outbond dari Kak Aji Rahmat dari Jogjakarta dengan outbond yang begitu fenomal dan bagus dalam outbond itu yang saya ingat dalam fikiran saya saat seperti perang dengan di ikuti oleh 5 orang dalam kelompok masing dan 5 orang itu berbicara seperti ini : orang pertama bilang kapten lalu orang ke 2 bilang siap orang ke 3 tembak orang ke 4 door orang ke 5 kelompok yang di tuju seperti kelompok delapan setelah outbond kami melakukan kebaikan seperti : mebersihkan rumah ,masjid kolam,dll dan itu semua di jadikan video diputar saat malam hari menjelang perpisahan stelah itu kami foto bersama dengan gaya yang begitu ceria dengan canda tawa dan juga lebay ,malam hari kami sebelum perpisahan kami semua mendapatkan sertifikat acara dan setelah itu pemutaran video dan penganugrahan terbaik dari awal sampai akhir lalu setelah itu kami semua merenung dengan memikirkan apa yang sudah di lakukan untuk sekarang dan ke depan,setelah itu kami semua bersalam –salaman dengan di sertai tangisan karena harus berpisah dan kembali ke daerah masing – masing .dalam acara tersebut pelajaran yang saya ambil banyak sekali dan tentunya saya kembangkan untuk al khidmah kampus dan juga Hipprada ke depan  salam Good Deed Everyday

AL KHIDMAH KAMPUS 20 TAHUN KE DEPAN
Awal Mula Al Khidmah Kampus

Dida Nagara Anwar Sadat, Dewan Presidium Al Khidmah Kampus Indonesia  bersama 30 mahasiswa dari 7 Perguruan Tinggi di Semarang baik negeri maupun swasta menginisiasi berdirinya“Al Khidmah Kampus”. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada tanggal 29 Oktober 2010, sehari selepas Peringatan Sumpah Pemuda, di CafĂ© Teraccota Jalan Siliwangi Semarang.  Nama “Al Khidmah Kampus” sejatinya diberikan sendiri oleh Hadratus Syaikh RA ketika Majlis Diesnatalis IAIN Sunan Walisongo, namun saat itu, para mahasiswa dan anak muda Al Khidmah masih sangat asing dengan penyebutan itu, sehingga jarang dipakai. Baru kemudian ketika Rapat tanggal 29 Oktober 2010 itulah, para mahasiswa menyadari bahwa nama “Al Khidmah Kampus” dipandang lebih tepat dibandingkan nama-nama yang lain untuk wadah para mahasiswa Al Khidmah di Perguruan Tinggi. Secara literal, istilah “Al Khidmah Kampus” dianggap lebih cocok dan lebih dekat di hati mahasiswa. Selain itu, penggunaan nama “Al Khidmah Kampus” dianggap lebih kompatibel dengan kondisi dan karakteristik para mahasiswa dan akademisi kampus, yang secara de facto, sangat berbeda dengan kondisi dan karakteristik masyarakat di luar kampus. Oleh karena adanya perbedaan kondisi dan karakter itulah, maka strategi pendekatannya pun mesti dilakukan dengan cara-cara Selepas Deklarasi Semarang 2010, segera bermunculan Al Khidmah Kampus di berbagai Perguruan Tinggi terutama di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bogor, Malang, Batam, dan kota-kota lain. Untuk mengetahui sejauh mana minat mahasiswa terhadap kehadiran Al Khidmah Kampus, pada tanggal 9-11 Maret 2012, Pengurus Pusat Al Khidmah menggelar “Jambore Nasional Al Khidmah Kampus” di Yogyakarta. Lebih dari 600 mahasiswa dari 79 Perguruan Tinggi                     se-Indonesia turut hadir meramaikan perhelatan Jambore Data terbaru 2013, Al Khidmah Kampus saat ini sudah tersebar di 90 Perguruan Tinggi di Indonesia dan Luar Negeri. Untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, maka diiringi semangat Sumpah Pemuda dan mimpi mewujudkan cita-cita Oase Dunia, pada tanggal 29 Oktober ditetapkan sebagai Hari Lahir Al Khidmah Kampus. Sebab, pada tanggal itulah dalam sejarah Al Khidmah, lahir suatu gerakan kolektif yang secara orisinal diinisasi oleh generasi mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia dalam rangka mengupayakan gerakan internalisasi nilai-nilai Al Khidmah di Perguruan Tinggi, yang tidak lagi secara instruktif (top-down), akan tetapi secara dialektik (button-up)
Merajut Mimpi 20 tahun  kedepan
Kita Sebagai mahasiswa harus bisa  dan jenius cara mengendus peluang sekecil apapun dengan Strategi yg kita milikidan   ini terjadi pada diri saya sendiri saat ketika iseng iseng mengikuti seleksi Indeonesian Fellowship Youth Camp Di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur ketika saya mengikuti seleksi saya sama sekali tidak belajar apapun kecuali cuma baca novel islami  dan ngontel jarak jauh yang saya mualau dari saya lulus Aliyah bahkan di jogja pulang ke blitar jatim masih sempat ngontel karean hanya satu nekat dan penuh strategi bagaimanapun caranya pasti bisa kalau ada kemauan kuat dan  tanpa di sangka setelah selesai seleksi selang 1 bulan di umumkan saya lolos berhak ke cibubur mewakili delegasi al khidmah kampus DIY  , saat acara mereka semua kaget dan asing dengan nama “ Al Khidmah  Kampus “  akhirnya mau g mau saya harus menjelaskan secara rinci dari awal  berdirinya al khidmah kampus sampai jambare  2012  dan, apa yang terjadi ? mereka semua terpana dengan apa yang telah saya jelaskan dan tahun depan insyaallah ke UNSRI Palembang untuk mendirikan al khidmah kampus di sana ,selain itu kita harus bisa  merangkul atau berjalan bersama sama  elemen kampus Seperti BEM ,Rektorat ,UKM, Dll dalam mendirikan Al Khidmah Kampus di kampus yang belum ada al khidmah nya dengan cara seperti itu saya yakin  al khidmah kampus cepat berkembang dengan pesat ,setelah itu kita harus punya misi yang visioner  seperti kuliah atau mengikuti debat  di luar negeri dengan cara mencari informasi beasiswa ,debat atau pun yang lain  baik dari kampus atau luar kampus  dengan cara seperi itu kita akan mudah berinteraksi dengan semua orang dan jangan ragu dengan mimpi sekaligus dan  kembangkan bakat yang kalian miliki dan semua orang memiliki bakat masing masing dan kelemahan masing So tidak ada kata minder di hadapan orang lain yakinlah pada dirimu sendiri pasti bisa dalam apapun dan kapan pun berada di hadapan orang besar  yang sudah mempunyai namanya di kencah internasianal maupun nasional. mohon doanya  Juni mendatang saya mewakili Indonesia Dalam Acara Melacca International Youth Dialogue Di Melaka,Malaysia selepas Haul Akbar Pondok Pesantren Assalfi Al Fitrah Surabaya , Bersama Seluruh Pemuda di seluruh dunia  saya ke Malaysia sama seklai tidak minder dengan siapapun karena saya yakin dengan bakat dan ilmu yang saya miliki meskipun hanya sedikit tapi barokah serta manfaaat bagi siapapun